"Entah mengapa,aku ingin menceritakan ini kepadamu.Entahlah,sesuatu yang mungkian bisa membuatku gila.Tetapi aku manusia normal,aku tak mau kehilangan akal sehatku.''
Kematian ayahku 4 tahun yang lalu sangat membekas di hati ku,kejadian yang sangat memukulku.Tak dapat ku bayangkan jika hal ini terjadi lagi padaku,kehilangan orang yang aku sayangi.Aku takut....
Dua tahun setelah kematian ayahku
Pagi ini,aku terbangun dari ranjang ku.Aku merasakan suatu firasat buruk!,ada apa?Entahlah,aku tak tahu.Aku takut ada hal yang tidak kuinginkan terjadi.
Aku melangkah dan membuka pintu kamar bunda.Kulihat bunda sedang didepan jendela,menatap keluar.Entah apa yang ia pikirkan.Entah apa yang ia tatap,aku belum tau.selama ini ia tidak pernah menceritakan masalah hidup dan kesedihannya.Mungkin agar aku tidak khawatir dan cemas.
Aku berlari kearahnya,memeluknya dengan erat,memanggilnya dan ia membalikkan tubuhnya.Aku bertanya,''bundaku apa yang sedang kau pikirkan?''.ia hanya tersenyum dan berbisik,''is not yous bissiness.''
perkataanku benar.Ia memang tidak pernah mau menceritakan kesedihan dan masalah nya.Baiklah.Tetapi.aku akan tetap di sini.Aku akan tetap wapada.
Dan tanpa sepengetahuanku,sebuah mobil datang ke rumahku.Aku bingung apa yang selanjutnya akan terjadi?.Kaka ku membuka pintu dan berkata-kata pada lelaki tua.Aku bngung dan semakin cemas.Tiba-tiba,kakaku memanggilku.Mengapa?Entahlah.Aku pergi ke tempat kakaku berada.Dan.....Kakek!,itulah kakekku ,ada apa?Entahlah.Kakakku mengatakan sessuatu,''Pesta ulang tahun Syeila.''Aku berlari ke kamar bunda.''Bunda?'',lalu bunda mengangguk.Ternyata,ia tahu apa yang kakakku katakan.Aku pergi dan memakai sepatuku dan melangkah ke mobil kakekku.
Diperjalanan menuju rumah kakeku ini,aku bingung,cemas,dan aku selalu bertanya tanya didalam hatiku.apa yang terjadi,disaat aku pergi?,tetapi hatiku selalu menjawab 'entahlah'.Aku tidak ingin membayangkan sesuatu yang kutakuti.Tetapi hatiku selalu membayangkan apa yang aku takuti.Mengapa?,Entahlah.Itulah hatiku.
Aku sudah berada di depan pintu rumah kakekku.Aku masuk ke dalam,dan duduk di sebah sofa.Tiba-tiba,handphone ku berdering kencang.aku mengambilnya,dan mengankatnya.
''halo?''
''dik,minta kakek mengantarmu ke rumah kembali!''
''apa yang telah terjadi?''aku semakin cemas.Entah apa yang kakakku maksud.
''bunda terkena stroke lagi!,kumohon cepat!sekarang aku sedang memanggil bantuan.''
''apa?''tiba-tiba aku menjatuhkan handphone ku,dan terlukis linangan air mata di wajahku
''halo?,halo?,halo?,dik?''
Tiba-tiba kakakku mematikan telfonnya.Aku berlari kearah kakekku,dan menceritakan semua itu.Daan tetu aku meminta diantar kerumahku kembali.
3 hari kemudian.Aku sedang duduk di sofa kamar rumah sakit.Mataku trtuju pada tubuh bundaku.aku berfikir.'ini telanh terjadi yang keempat kalinya,apakah bundaku akan tetap bertahan hidup?,apakah ia mampu menahan semua ini?'Tak kusangka ,air mataku telah membasahi kedua lesung pipitku.'Aku tak mau menagis!!!!aku bukan seorang yang cengeng!!!'
hanya stroeke yang bisa membuat bunda terbaring di rumah sakit!
Bundaku memanggilku.Aku melangkah.dan...,ada apa?,entahlalah aku juga belum tausoal itu.Tepat didepan ranjang bunda,aku terdiam dan menghentikan langkah seribuku.Aku mulai mengangkat kedua alisku.Itulah suatu tanda isyarat yang kupakai dalam hidupku detik ini.Bunda membelaiku tiba-tiba tangannya bergerak-gerak,suatu tanda 'mendekatlah' aku segera mendekat.Sepertinya bunda berbisik sesuatu kepadaku.Aku melepaskan air mataku.
''tidak bunda!,jangan tinggalkan aku sendiri!!,aku masih terlalu muda untuk hidup sebatangkara!,akumasih terlalu muda untuk mati kelaparan!Bunda !,aku ingin tetap hidup!,Aku memeluknya dan berbisik,''aku harus pergi ke mana?''
''kau pikirlah sendiri,apa yang kau mau,yang terpenting ,banggakanlah bunda dan ayah.''Aku berfikir sejenak.apa yang kupikirkan?.entahlah aku masih berfikir.'bunda aku masih ingin tetap hidup.Tetapi,jika kau tiada apa yang harus ku lakukan????'
dua hari telanh berlalu.Malam yang sunyi.Bunda sedang sholat tahajud di ranjangnya.Tetapi aku belum pernah melihatnya sujud selama itu.Mungkin....,aku berlari dan memanggill bundaku tetapi ia ttap sujud di ranjangnya.ada apa?entahlah
Seperti yang kuduga,bendera kuning berkibar-kibar di pagar rumahku.Aku duduk dan menangis.Tangisanku lebih dari biasanya.Hatiku kecewa,Keduakalinya hatiku terluka.Kematian ayahku sangat membekas di hatiku,dan hal ini terulang kembali!'Tenang ayah,bunda,lihatlah kesuksesan ku ini!'
''Inilah suatu hal yang kubenci.Setiap manusia akan meninggalkan suatu tempat,dimana ia selalu bertanya-tanya,dan ditanya-tanya.Takan ada manusia yang ingin kematian jatuh kepadanya,dan orang yang dicintainya.''


0 komentar:
Posting Komentar